Rencana Pengembangan Biofuel Nasional

Sebagai upaya untuk mencapai target bauran energi dan memajukan industri biofuel domestik, Pemerintah telah menyusun rancangan pengembangan industri biofuel nasional yang mengakselerasi pengembangan B30,
peningkatan kapasitas produksi, dan penyerapan Energi Baru Terbarukan (EBT)

Persiapan Setelah B30

Dari grafik di atas kita dapat melihat peningkatan
proyeksi penyerapan biodiesel dari 8.46 juta kl
pada tahun 2020 menjadi 13 juta kl pada tahun
2035 menunjukkan pertumbuhan 3% per tahun.
Sementara penyerapan dari green diesel dan
gasoline juga diperkirakan akan mulai efektif pada
tahun 2022 dan akan meningkat secara substansial
hingga tahun 2035.
Berikut adalah tahapan rencana pengembangan
BBN berbasis biodiesel kedepannya :

  1. Blending biodiesel sebesar 30% (dimulai tahun
    2020)
  2. Pengembangan Green Diesel melalui coprocessing
    di Kilang Pertamina RU II Dumai
    diperkirakan masuk pada tahun 2022.
  3. Pengembangan Green Diesel melalui:
    • Pertamina : standalone diperkirakan masuk
    pada tahun 2022 melalui revamping tahap I,
    tahun 2023 melalui revamping tahap II pada
    Kilang unit TDHT (Thermal Distillate Hydro
    Treater) – RU IV Cilacap serta tahun 2024
    melalui unit green refinery stand alone pada
    RU III Plaju.

• Non pertamina: stand alone diperkirakan
masuk pada tahun 2030 kapasitas 2 juta kl.

  1. Pengembangan green gasoline melalui:
    • Non Pertamina stand alone green gasoline
    • Musi Banyuasin dan Pelalawan (proyek
    Bensin Sawit Rakyat)
    • Replikasi Bensin Sawit Rakyat pada
    daerah Perkebunan Sawit di Sumatera
    Utara, Riau, Sumatera Selatan, Kalbar,
    Kaltim, dan Papua.
    • Co-processing di Kilang Pertamina RU III
    Plaju diperkirakan masuk pada tahun 2022.
  2. Katalis merah putih mulai digunakan pada 2022.
  3. Solusi: Intensifikasi perkebunan kelapa sawit
    (replanting dan peningkatan produktivitas per
    hektar) serta mengembangkan sumber bahan
    baku untuk green gasoline berbasis non sawit
    yang komplementer seperti: bioethanol yang
    bersumber dari molasses, cassava, nira aren,
    jagung, sagu, shorgum manis sesuai potensi
    wilayah setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *