Eddy Abdurrahman

Direktur Utama BPDP-KS

Eddy Abdurachman adalah Direktur Utama BPDPKS
ke-3 setelah Bayu Krisnamurthi dan Dono
Boestami. Sebelum menempati kursi Direktur
Utama BPDP-KS beliau pernah menjabat sebagai
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian
Keuangan RI periode 2002-2006, Staf Ahli
Menteri Keuangan Bidang Hubungan Ekonomi
Keuangan Internasional, Kementerian Keuangan
RI periode 2006-2008 dan Sekretaris Kementerian
Koordinator Bidang Perekonomian RI periode
2008-2014.

Apa target pemerintah dalam kepemimpinan
Anda?

Mengawal keberlanjutan dana sawit sebagai
sumber dana untuk menjalankan program-program
seperti Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit,
Mandatori Biodiesel, Pengembangan SDM Sawit,
Penelitian dan Pengembangan, Dukungan Sarpras,
Promosi, dan Kemitraan. Disamping itu juga
menyempurnakan tata kelola dan proses bisnis
penyaluran dana sawit.

Seberapa besar pencapaian target saat ini?

BPDPKS dengan dukungan seluruh pemangku
kepentingan berhasil mengatasi permasalahan
kecukupan dana dan tetap memastikan seluruh
program khususnya mandatori biodiesel tetap berjalan ditengah masa pandemi COVID-19 dan
volatilitas harga minyak dunia.

Bagaimana strategi dalam mencapai target?

Melalui kolaborasi dan kerjasama yang intensif
dengan K/L maupun antara pemerintah dengan
pelaku usaha dan petani perkebunan kelapa sawit.
Sinergitas stakeholder merupakan kunci pencapaian
target untuk keberlanjutan industri sawit Indonesia.

Apa tantangan dan hambatan terbesar dalam
mencapai target?

Tantangan utama sejak menjabat sebagai Direktur
Utama BPDPKS tentu pandemi COVID-19
yang memengaruhi cara kerja di seluruh sektor
perekonomian serta kondisi pasar di tahun 2020
yang menuntut penyesuaian kebijakan pemerintah
dalam memastikan kecukupan dana sawit di seluruh
program BPDPKS khususnya mandatori biodiesel.

Bagaimana untuk pencapaian program PSR di
tahun 2020?

BPDPKS telah menyalurkan dana sebesar Rp2,67
Triliun untuk membiayai program PSR seluas 94.033
Ha dengan total 40.707 pekebun.

Puaskah dengan pencapaian Anda?

Kami tidak berpuas diri dengan capaian yang
ada dan berhenti berinovasi untuk melakukan
perbaikan, karena masih banyak tantangan lain
yang perlu segera diselesaikan, antara lain program
Peremajaan Sawit Rakyat dan program Sarana dan
Prasarana.

Berapa target Program PSR 2021 dan sejauh mana
program tersebut?

Target tahun 2021 seluas 180.000 Ha, namun saat
ini total luasan yang telah mendapatkan dukungan
dana PSR seluas 28.217 Ha untuk total 11.808
pekebun.

Apa saja terobosan yang akan dilakukan?

Tantangan saat ini adalah pekebun belum memahami
pentingnya produktivitas kebun dan Program PSR.
Mekanisme PSR melalui rekomtek Ditjenbun yang
sudah berjalan perlu dilakukan terobosan seperti
skema kerjasama kemitraan antara perusahaan inti
(swasta dan negara) dengan pekebun plasma dan
swadaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.