Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian Republik Indonesia

Moratorium Izin Perkebunan Kelapa Sawit
berakhir September 2021 dan pada kuartal ke-III
Tahun 2021 CPO dan TBS memecahkan rekor
harga tertinggi.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji serta syukur kita panjatkan kepada Allah SWT karena atas Rahmat dan Karunia-Nya kita semua diberikan nikmat sehat, rezeki, hingga kita dapat melakukan aktivitas dalam bekerja dengan baik.

Melalui media ini, saya ingin menyampaikan sejumlah pencapaian Indonesia pada masa moratorium perkebunan kelapa sawit sejak 2018 hingga berakhir September 2021. Pertama, ekspor Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah dan berimbas pada surplusnya neraca perdagangan Indonesia mencapai USD 4,7 Miliar pada akhir bulan Agustus 2021. Perlu dicatat, bahwa industri sawit memberikan kontribusi sekitar 15,6% terhadap ekspor non- migas Indonesia dengan harga rata-rata Crude Palm Oil yang stabil di atas USD 1.000/ton dari Januari sampai dengan September 2021. Hal tersebut merupakan rekor tertinggi dan terlama sepanjang masa pengembangan industri sawit di Indonesia.

Kedua, harga Tandan Buah Segar yang diterima oleh pekebun kelapa sawit juga sangat tinggi, bahkan ada yang mencapai lebih dari Rp2.800/kg pada September 2021. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya kesejahteraan pekebun kelapa sawit, serta menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 16,2 juta orang di tengah pandemi Covid-19.

Ketiga, laju deforestasi Indonesia mencapai angka terendah sepanjang sejarah, merupakan andil dari berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan seperti moratorium izin perkebunan kelapa sawit semenjak tahun 2018 hingga berakhir pada September tahun 2021. Kebijakan lainnya yaitu, peningkatan produktivitas melalui penerapan Good Agriculture Practices, replanting, hilirisasi sawit, dan sertifikasi ISPO dalam kerangka Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan.

Keempat, program mandatori biodiesel dan BBN merupakan program terbesar dalam segi penggunaan, tingkat campuran biodiesel tertinggi, dan mandat paling lama yang tidak terinterupsi. Hal tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjawab isu perubahan iklim dan pencapaian target bauran energi dari sektor renewableenergy.

Semua hal tersebut di atas diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ke-4 2021 nanti, sebagaimana pada tahun 2018-2020, yaitu dengan kontribusi rata-rata sebesar 3,5% terhadap PDB Indonesia. Berbagai capaian penting terkait kelapa sawit ini perlu kita pertahankan untuk mendorong perekonomian nasional, dan harus terus kita jaga dan tingkatkan melalui kolaborasi dari semua stakeholder. Semoga langkah kita bersama diberikan kemudahan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published.