Harga Minyak Brent Menembus $80/bbl untuk Pertama Kalinya sejak 2018

Harga minyak mentah mengalami ayunan harga liar pada kuartal ketiga 2021 akibat prospek permintaan dan pasokan yang silih berganti, hingga sempat mencapai titik tertinggi tiga tahun pada akhir September sebagai akibat dari berbagai macam krisis tidak terduga yang meningkatkan permintaan serta mengetatkan pasokan minyak mentah global.

Pergerakan Harga Brent Crude Oil

Dalam USD/bbl

Fluktuasi Harga Minyak di Kuartal Ketiga 2021

Harga minyak mengalami fluktuasi yang cukup besar sejak awal kuartal ketiga, diawali dengan penurunan 11%
akibat kekhawatiran atas naiknya kasus Covid-19. Namun, pasokan yang masih ketat kembali mendorong
harga untuk naik 11% pada akhir Juli.

Pada pertengahan Agustus, harga minyak kembali mengalami penurunan tujuh sesi berturut-turut,
terpanjang sejak 2019, mendorong harga jatuh ke USD 65.18/bbl. Prospek bearish dari pasar disebabkan
oleh penyebaran virus Covid-19 varian delta serta adanya penambahan pasokan dari OPEC+ sebanyak
400.000 barel per hari setiap bulannya yang menambah tekanan terhadap harga.

Harga Brent Menembus $80/bbl untuk Pertama
Kalinya sejak 2018

Harga minyak kembali naik pada bulan September
hingga sempat mencapai titik tertinggi sejak
Oktober 2018 didorong oleh tiga faktor utama:
• Ketatnya pasokan akibat adanya badai Ida dan
Nicholas di AS.
• Kesulitan negara-negara OPEC+ seperti Nigeria,
Angola, dan Kazakhstan untuk memenuhi kuota
pasokan
• Adanya krisis energi yang meningkatkan
permintaan minyak mentah sebagai alternatif
dari gas alam dan batubara.

Outlook Harga Minyak

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi harga minyak mentah pada
Kuartal Keempat:

Krisis Energi Global

Ada kekurangan energi yang
mengkhawatirkan di Eropa sampai Asian. Ini
menyebabkan harga batubara dan gas alam
naik mencapai titik tertinggi beberapa tahun.
Faktor kunci dari outlook harga minyak akan
bergantung pada naiknya harga gas alam dan
tingkat peralihan dari gas ke minyak.

OPEC+ Enggan dan Kesulitan Menambah
Pasokan

Selain beberapa anggota OPEC+ yang
kesulitan untuk menambah pasokan akibat
kurangnya investasi serta peralihan ke EBT,
OPEC+ juga dikabarkan akan menetap pada
peningkatan pasokan bulanan sebelumnya
meskipun banyak dorongan untuk menambah
pasokan dari AS dan India.

Naiknya Permintaan Global Menuju Musim
Dingin

Musim dingin pada kuartal keempat
akan meningkatkan permintaan energi
pemanas dalam jangka pendek, menambah
kekhawatiran atas cukupnya pasokan.
Sedangkan OPEC memperkirakan bahwa
permintaan minyak global akan meningkat 4,2
juta barel per hari pada tahun 2022 seiring
pulihnya ekonomi dunia.

Prediksi Harga Kuartal Keempat

Berdasarkan faktor-faktor di atas, harga
minyak mentah Brent diperkirakan akan
berkisar di USD 85-90/bbl pada kuartal
keempat 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published.