Naiknya Harga Minyak Bantu Turunkan Insentif BPDPKS

Lonjakan harga minyak bumi di kuartal I-2022 membantu menurunkan selisih POGO dan insentif BPDPKS

Pada tahun 2022, harga minyak mentah kembali melampaui tonggak USD 100/bbl, sempat mencapai titik
tertinggi sejak 2008 di USD 139/bbl sebelum ditutup di USD 127,98/bbl. Hal yang sama terjadi pada harga
gasoil, atau minyak mentah yang diproses menjadi solar. Kenaikan ini disebabkan oleh 3 faktor utama, yaitu:

  1. Permintaan minyak tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan karena meredanya pandemi;
  2. OPEC+ belum meningkatkan produksi secara substansial untuk menutupi kekurangan suplai dan negaranegara
    anggota seperti Libya dan Kazakhstan mengalami gangguan produksi;
  3. Pada tanggal 8 Maret, pemerintah AS dan Inggris mengumumkan larangan impor minyak Rusia,
    memperburuk outlook supply.
Lonjakan harga CPO dan harga gasoil di Q1 2022 menyebabkan selisih POGO turut berfluktuasi hebat dan mencapai titik tertingginya di USD 1.045/ton walaupun hanya sejenak, sebelum dan kembali menurun ke USD 445/ton. Namun karena harga CPO KPB domestik (indikator untuk menghitung Insentif BPDPKS) mencatat kenaikan harga yang lebih rendah dibanding indikator internasionalnya, maka insentif pada bulan April menurun 35% dari titik tertinggi bulan Januari, menjadi hanya Rp 4.425/L, terendah sejak Agustus tahun lalu.